Tampilkan postingan dengan label Jejak Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

NILAI UTS ATU DAN ATPb

Hasil Ulangan Tengah Semester 
MP: Bahasa Indonesia,
XI Agribisnis Produksi Ternak
SMKN 1 TAPIN SELATAN

NO.
NAMA
NILAI
1
Abdul Majid
 61
2
Akhmad Fauzi
 37
3
Akhmad Zainudin
 70
4
Akhmad Zubairudin
 57
5
Arif Sulaiman
 80
6
Asniyah
 94
7
Cahyati
 94
8
Fazrin
 85
9
Fungki Dwi Tinanto
 88
10
Guntur Irawan
 77
11
Hasan Asmuni
 83
12
Jamaludin
 38
13
Junaidi
 66
14
Muhammad Afandi
 84
15
Muhammad Andi
 83
16
Muhammad Nurdin
 70
17
Muhammad Rahman
 76
18
Nasrullah Ilmi
 75
19
Novi
 74
20
Nuldi Saputra
 51
21
Samsudin Nor
 68
22
Taufik Ridha
 83
23
Zainal Abidin
 88
24
 M.ifansyah
 77



























Hasil Ulangan Tengah Semester
MP: Bahasa Indonesia,
Kelas XI Agribisnis Tanaman Perkebunan B
SMKN 1 TAPIN SELATAN

NO.
NAMA
NILAI UTS
1
Abdul Basith
48
2
Andri Feriansyah
65
3
Fahrizal Abdillah
92
4
Fahrul Razi
66
5
Febi Maulana
35
6
Kamarullah
75
7
M. Ansari
-
8
M. Rezky Fadilah
66
9
Mardiana
77
10
Muhammad Nor
66
11
Muhammad Reizal
72
12
Muhammad Ridi
34
13
Muhammad Ronal Yuliansyah
72
14
Riki Hermawan
62
15
Rudi Ansari
-
16
Yani Porwanti
77
17
Zulkifli
-


























Catatan :
·         KKM  = 77
·         Bagi siswa yang nilainya antara 70 – 76, remedialnya yakni mengerjakan kembali soal no 1-10, dikumpul paling lambat hari sabtu 28/03/15
·         Bagi siswa yang nilainya di bawah 70 akan mengikuti Remedial dengan soal yang berbeda (tunggu informasi selanjutnya mengenai waktu dan tempat pelaksanaan)

Jumat, 20 Februari 2015

MENGEKSPLORASI STRUKTUR TEKS PANTUN

A.      Pantun Kilat/karmina
Selain bentuk empat baris, kalian juga akan mendapati pantun yang terdiri atas dua baris, enam baris, delapan baris, dan bentuk berkait. Seperti yang terlihat pada
contoh berikut.

Sudah gaharu cendana pula, } sampiran
sudah tahu bertanya pula. } isi

Kura-kura dalam perahu, } sampiran
pura-pura tidak tahu. } isi

Pantun tersebut merupakan pantun yang terdiri atas dua larik atau baris dan bersajak a-a. Pantun itu dikenal dengan sebutan karmina atau pantun kilat. Larik pertama pada pantun itu merupakan sampiran dan larik keduanya merupakan isi. Tugas kalian adalah mencari dua buah teks pantun karmina dari sumber lain. Perhatikan rima akhir pada sampiran dan isinya.
 Dari KBBI karmina merupakan pantun yg hanya terdiri atas dua baris, bersajak a-a, masing-masing merupakan sampiran dan isi; karmina; (arti)
Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
B.      Talibun
Kalian juga akan menemukan pantun yang jumlah barisnya lebih dari empat, bisaenam, delapan, sepuluh, dua belas, dan seterusnya, asalkan jumlah barisnya harus genap. Dengan demikian, rima akhir pada talibun akan berbentuk a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, abc-abc, abcde-abcde, dan seterusnya. Pantun seperti itu disebut talibun. Contoh teks talibun adalah sebagai berikut.

a) Talibun dengan Enam Larik
Bukan hamba takutkan mandi, } sampiran baris 1
takut hamba berbasah-basah, } sampiran baris 2
mandi di lubuk Pariangan. } sampiran baris 3
Bukan hamba takutkan mati, } isi baris 1
takut hamba kan patah-patah, } isi baris 2
di dalam bertunangan. } isi baris 3
b) Talibun dengan Delapan Larik
Lain pesisir dan Bukittinggi, } sampiran baris 1
tidak di darat hanya di rantau. } sampiran baris 2
Palembayan sama di dalam, } sampiran baris 3
Sungai Beringin Tujuh Lurah. } sampiran baris 4
Marilah berjalan sekarang ini, } isi baris 1
kita pertaruhkan si langau hijau. } isi baris 2
Beramanat di embun malam, } isi baris 3
senanglah hati Lompong Bertuah. } isi baris 4
(a)    Apa yang membedakan kedua talibun di atas? Sebutkan secara terperinci.
(b) Talibun merupakan jenis puisi bebas yang di dalamnya terdapat beberapa baris
dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian. Isi pantun jenis ini berdasarkan sebuah perkara yang diceritakan secara terperinci dengan memanfaatkan pengulangan kata pada baris berikutnya untuk memberikan penekanan. Dapatkah kalian temukan pengulangan kata pada kedua teks pantun itu? Coba
sebutkan.
1) Kata “takut” pada talibun berlarik enam, baris pertama dan kedua.
2) Kata “mandi” pada _________________________________________
 Cirri-ciri Talibun:
·         Ia merupakan sejenis puisi bebas
·         Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
·         Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
·         Tiada pembayang. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
·         Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
·         Gaya bahasa yang luas dan lumrah (memberi penekanan kepada bahasa yang berirama seperti pengulangan dll)
·         Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
·         Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara

E. Pantun Berkait (seloka)
Bentuk pantun lainnya yang perlu kalian ketahui adalah pantun berkait. Pantun berkait ini merupakan pantun yang terdiri atas beberapa bait yang sambung-menyambung. Larik kedua dan keempat pada setiap baitnya menjadi larik pertama dan ketiga bait berikutnya. Jadi, struktur pantun berkait sangat kompleks dan unik.
patun berkait ini adalah jenis pantun yang disusun secara berangkai dimana bait pertama memiliki hubungan yang jelas dengan bait berikutnya hingga bait penutup.Pantun berangkai ini merupakan jenis pantun yang memiliki bait (biasanya) lebih dari dua.
                rangkaian pantun yang sambung-menyambung, misal larik kedua dan keempat bait pertama muncul lagi sebagai larik pertama dan ketiga bait berikutnya; pantun rantai

Ciri - Ciri Pantun Berkait (seloka) adalah sebagai berikut :
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya
d. Tidak terikat oleh persajakan
e. Isinya berupa petuah.

Coba kalian perhatikan contoh berikut.
Manggistan namanya kayu,
daunnya luruh menelentang.
Mahkota Raja Melayu,
turun dari bukit Seguntang.
Daunnya luruh menelentang,
daun puan diraut-raut.
Turun dari bukit Seguntang,
keluar dari dalam laut.
Pulau Pandan jauh ke tengah,
Gunung Daik bercabang tiga.
Hancur badan dikandung tanah,
budi yang baik dikenang juga.
Gunung Daik bercabang tiga,
tampak jauh dari seberang.
Budi yang baik dikenang juga,
khidmat bakti disanjung orang.

SIMPULAN

Dari berbagai uraian pengembangan struktur dasar teks pantun dalam beberapa jenis pantun yang berbeda, seperti karmina, talibun, dan pantun berkait, dapat diambil kesimpulan bahwa separuh pertama dari jumlah baris yang ada pada setiap pantun merupakan sampiran, dan separuh lainnya adalah isi. Yang menjadi catatan bahwa setiap pantun pasti memiliki jumlah baris yang genap, sebab setiap sampiran selalu mempunyai pasangan isi. Hal tersebut terlihat pada struktur teks pantun berikut.

PANTUN


  Defenisi Pantun
  Kata pantun berasal dari akar kata"tun" dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno), berartituntun-atuntun, dalam bahasa Indonesia berarti mengatur. Jadi, dapat disimpulkan bahwa arti kata pantun adalah sama dengan aturan atau susunan. Pengertian pantun tersebut sejalan dengan pendapat yang disampaik oleh seorang pengkaji Budaya Melayu bernama R.O. Winsted yang menyatakan bahwa pantun bukanlah sekadar gubungan kata-kata yang mempunyai rima dan irama, tetapi merupakan rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan kehangatan cinta, kasih sayang, dan rindu dendam penuturnya. Dengan kata lain, pantung mengandung ide yang kreatif dan kritis serta padat kandungan maknanya.Van Ophuysen dalam Hamidy (1983: 69) menduga pantun itu berasal dari bahasa daun-daun, setelah dia melihat ende-ende Mandailing dengan mempergunakan daun-daun untuk menulis surat-menyurat dalam percintaan.

Perbeadan dengan puisi pantun:

1. setiap baris terdiri atas baris baris misalnya pantun dua baris
2. terdapat jumlah suku kata dalam setiap barisnya , yaitu antara delapan hingga sepuluh
3. terdapat dua bagian yaitu sampiran dan isi
4. skema rima atau sajak dalam pantun adalah a-a-b-b
puisi :
1. tidak terkait oleh baris baris.
2. tidak ada jumlah suku kata
3. tidak mengenal sampiran , keseluruhan baris merupakan isi
4. dalam puisi lama juga dikenal rima dan sajak , tetapi dalam perkembangan nya puisi modern lebih menganut asas kebebsan dalam bersajak

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikandan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). dalam bahasa Tagalog ada tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi.
-   Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak.
- Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih). 

Peran panun
1. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.
2.   Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.
3.  Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai.
4.  Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.
5.  Namun, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.


 
Jenis-jenis pantun

Jenis-jenis pantun
1.     Pantun Adat 
Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka
Bukan lebah sebarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sebarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh
2.     Pantun Agama
Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Tuhan
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

3.     Pantun Budi Pekerti
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

4.     Pantun Jenaka
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

5.     Pantun Kepahlawanan
Redup bintang hari pun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak
Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan Melayu hilang di bumi

6.     Pantun Kias
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga
Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi

7.     Pantun Nasihat
Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Kemuning di tengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

8.     Pantun Percintaan
Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang
Anak kera di atas bukit
Dipanah oleh Indera Sakti
Dipandang muka senyum sedikit
Karena sama menaruh hati

9.     Pantun Peribahasa
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Harapkan untung menggamit
Kain di badan didedahkan
Harapkan guruh di langit
Air tempayan dicurahkan

10.   Pantun Teka-teki
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk di hidung?
Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji di luar apa buahnya